Mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan sekarang semakin mudah. Pertimbangkan cara mencairkan saldo dengan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Sekedar informasi penting : Bagi kamu yang saat ini tengah membutuhkan tambahan modal biaya untuk pembelian rumah atau modal usaha, sebenarnya kamu memiliki simpanan dalam bentuk saldo BPJS Ketenagakerjaan. Tentu saja hal ini mungkin apabila kamu memang pernah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran yang telah kamu bayarkan selama ini untuk BPJS Ketenagakerjaan berasal dari penghasilan/gaji bulanan kamu. Yaitu, sebanyak 2% dipotong dari gaji pokok pekerja dan 3,7% berasal dari iuran yang dibayarkan oleh pemberi kerja atau perusahaan. Dana itu sah milik peserta yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Nah, apabila saat ini kamu tengah membutuhkan tambahan dana segar untuk modal uang muka pembelian rumah atau modal usaha, kamu bisa memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan walaupun masih belum masuk usia pensiun atau masih aktif tercatat sebagai pekerja (belum resign). Yaitu untuk program BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT). Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa program, yaitu, JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun, dan sebagainya.

Menurut regulasi terbaru, JHT bisa dicairkan oleh beberapa kategori peserta, yaitu ketika pekerja memasuki masa pensiun di usia 56 tahun, pindah ke luar negeri, terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, atau sebab lain akibat aktivitas pekerjaan.

JHT BPJS Ketenagakerjaan juga bisa dicairkan sebagian walaupun peserta belum berusia 56 tahun atau belum menjadi peserta selama 10 tahun. Dengan demikian, bila kamu baru saja resign dari pekerjaan, kamu bisa langsung mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan. Begitu juga bila kamu usai terkena PHK.

Kabar baik bagi kamu yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan kini tengah membutuhkan dana segar. Kamu bisa mengajukan pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan jauh lebih mudah dengan berbagai pilihan kanal. Selain cara konvensional yaitu dengan mengurus pencairan di kantor BPJS Ketenagakerjaan, kamu juga bisa mengoptimalkan kanal online.

Saran : Jika memang anda sangat membutuhkan dana ini untuk pembayaran/ memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak ada salahnya untuk dicairkan kala anda dalam masa pengangguran, akan tetapi jika anda mencairkan dana ini dalam kondisi tabungan masih mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari, maka disarankan agar tidak usah dicairkan, karena dana BPJS ini sama saja sebagai uang simpanan masa depan anda nantinya. Harap bijak dalam menentukan keputusan anda.

Pemakaian internet yang semakin massif, mendorong pemerintah menyediakan fasilitas pencairan online untuk BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu, melalui fasilitas e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Fasilitas e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan ini bukan berarti semua proses pencairan dilakukan melalui online, ya. Fasilitas e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan bermanfaat untuk membantu menyingkat waktu proses pencairan. Agar lebih jelas, kamu bisa melihat tahapannya di bawah ini:

1. Buat akun BPJS Ketenagakerjaan

Langkah pertama adalah, kamu harus membuat akun di website resmi BPJS Ketenagakerjaan, yaitu di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs. Isi form online untuk membuat akun BPJS Ketenagakerjaan. Beberapa data yang dibutuhkan untuk keperluan ini adalah, Nomor KPJ Aktif, Nama, Tanggal Lahir, Nomor E-KTP, Nama Ibu Kandung, Nomor Handphone dan alamat E-Mail. Isi lengkap data-data tersebut agar proses bisa berjalan lancar.

2. Tunggu email berisi kode aktivasi

Setelah selesai mengisi laman formulir online, kamu tinggal menunggu email dari BPJS Ketenagakerjaan di alamat email yang telah kamu daftarkan. Kamu akan menerima email berisi kode aktivasi. Masukkan kode tersebut dan klik tombol submit.

3. Pilih menu sesuai tujuan

Selanjutnya, kamu akan diarahkan masuk ke laman BPJS Ketenagakerjaan Personal Service. Laman ini hanya dapat diakses oleh pengguna yang telah terverifikasi. Nah, bila hendak mencairkan JHT atau mengajukan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan, kamu tinggal pilih menu e-Klaim JHT.

4. Lengkapi data e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Langkah berikutnya adalah, kamu akan menemukan tampilan formulir Pengajuan Klaim Elektronik. Isilah data sesuai yang diminta:

  • Pilihan Kartu Peserta BPJS pilihlah KPJ
  • Pilihan Aksi pilih “Pengajuan Klaim”
  • Jenis Klaim pilihlah sesuai kondisi, misalnya “mengundurkan diri”

Selanjutnya, klik tombol Submit Form, lihat bagian “Informasi Transaksi”, lalu klik “Lanjutkan”.

5. Tunggu SMS atau Email Informasi PIN

Apabila semua data sudah benar terisi dengan lengkap, kamu akan menerima SMS atau email berisi pemberitahuan nomor PIN. Kamu tinggal mengisi dengan lengkap formulir yang muncul setelah laman “pengajuan klaim elektronik”. Isi sesuai data asli. Perlu kamu ingat, pada tahap ini ada pengisian data yang bersifat rahasia dan pribadi seperti nomor rekening dan nama bank yang akan menjadi alamat pengiriam transfer dana. Jangan lupa pula upload dokumen pendukung yang diminta. Selanjutnya, kamu akan menerima email berisi data pengajuan pencairan melalui fasilitas klaim elektronik alias e-klaim.

6. Validasi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan

Proses selanjutnya, kamu tinggal menunggu pemberitahuan untuk mendatangi kantor BPJS sesuai yang kamu pilih. Validasi pada umumnya memakan waktu satu minggu. Kamu tinggal mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan sesuai yang kamu pilih, jangan lupa membawa dokumen asli yang dibutuhkan seperti yang telah kamu sertakan dalam e-Klaim.

Siapa saja yang bisa mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan?

Pada dasarnya, setiap orang yang bekerja di sektor formal seharusnya tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan adalah wajib. Jadi, perusahaan yang baik sudah pasti akan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan bagi pekerja mandiri, bisa ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri.

  • Untuk persiapan masa pensiun
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan dan fotokopi
  2. Kartu identitas seperti KTP/PASPOR/SIM berikut fotokopi
  3. Kartu Keluarga berikut fotokopi
  4. Surat keterangan masih bekerja aktif dari perusahaan.
  • Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan maksimal 30%
  1. Ditujukan khusus sebagai bagian pembelian biaya rumah/uang muka KPR
  2. Perusahaan tertib administrasi dan selalu membayar iuran atau tidak pernah menunggak
  3. Pembayaran dilakukan lewat bank yang menjalin kemitraan
  4. Pembelian rumah dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas KPR
  5. Lebih lengkap baca di sini.
  • Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan maksimal 100%

Bisa diakses oleh peserta yang telah berhenti kerja (resign), terkena PHK, atau masuk usia pensiun.

  1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan fotokopi
  2. Pengajuan Pembayaran Jaminan Hari Tua
  3. Buku rekening dan fotokopi bagian depan
  4. Kartu identitas diri KTP atau paspor dan fotokopi
  5. Kartu Keluarga dan fotokopi
  6. Surat Keterangan Pengunduran Diri dari Perusahaan kepada Disnaker
  7. Checklist dokumen untuk pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan:

IMG_20100103_105129

Iklan